neobux

klik aja deh

ASKEP CA EMPEDU

Jumat, 22 Januari 2010

I KONSEP DASAR
A. Pengertian
Karsinoma empedu merupakan neoplasma yang tak lazim dengan penyerta yang sering ada yaitu batu empedu dan kolesistisis kronik.
B. Patofisiologi
Kolesistisis (batu empedu) merupakan faktor predisposisi terjadinya kanker empedu. Adenokarsinoma papiler dimulai sebagai pertumbuhan keluar yang abnormal seperti kutil, tumbuh lambat ke dalam ketimbang melalui dinding sampai massa berfungsi mengisi vesika billiaris. Perubahan mukoid berhubungan dengan pertumbuhan lebih cepat, metastasis dini dan karsinomatosis peritonial gelatinosa.
Biasanya tumor muncul dalam fundus atau collum, tetapi penyebaran cepat bisa membuat tempat asli sulit ditentukan tempatnya. Drainase vena dan pembuluh limfe yang kaya pada vesica billiaris memungkinkan penyebaran cepat kelenjar limfe berhubungan yang menyebabkan ikterus kolestatik dan penyebaran yang luas.

C. Etiologi
Resiko tinggi pada orang dengan riwayat kolelitiasis.
D. Tanda dan Gejala
 Ikterus
 Berat badan menurun
 Massa pada quadrant kanan atas
 Mual
 Muntah
E. Penatalaksanaan
 Kolesistektomi
 Koledokoduodenostomi
 Koledokojejenostomi
 Kolesistodiodenostomi
II ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN CA EMPEDU
A. Pengkajian
 Aktivitas/Istirahat
Gejala: Kelemahan fisik
Tanda: Gelisah, cemas, takut.

 Sistem sirkulasi
Tanda: Takikardi, perubahan tekanan darah, berkeringat.

 Sistem eliminasi
Gejala: Perubahan warna urine dan fesses ikterus
Tanda: Distensi abdomen
Teraba massa pada quadrant kanan atas

 Makanan/cairan
Gejala: Anorexia, mual/muntah
Tanda: Adanya penurunan berat badan

 Nyeri/kenyamanan
Gejala: Nyeri abdomen atas berat, dapat menyebar ke punggung atau bahu kanan.
Kolik epigastrium tengah sehubungan dengan makan.
Tanda: Nyeri lepas, otot tegang atau kaku bila quadrant kanan atas ditekan, tanda Murphy positif.

 Pernafasan
Tanda: Peningkatan frekuensi pernafasan.
Pernafasan tertekan ditandai dengan nafas pendek, dangkal.

 Keamanan
Tanda: Ikterik dengan kulit berkeringat.
Pemeriksaan Diagnostik:
 Ultrasound: menyatakan kalkuli, dan distensi kandung empedu.
 Scan CT: dapat menyatakan kista kandung empedu, dilatasi kandung empedu, dan membedakan ikterik
 Angiografi: memperlihatkan pergeseran pembuluh darah porta dan hepatika.
 ERCP: dapat memperlihatkan tumor.
 Foto abdomen: menyatakan gambaran radiologi tumor empedu, kalsifikasi pembesaran kandung empedu.
 Foto dada: menunjukkan pernafasan yang menyebabkan penyebaran nyeri.

B. Diagnosa Keperawatan / Intervensi
1. Perubahan Nutrisi: kurang dari kebutuhan tubuh yang berhubungan dengan anorexia, keletihan, mual/muntah sekunder akibat dari proses penyakit dan pengobatan.
Intervensi:
 Kaji/hitung pemasukan kalori
 Konsul tentang kesukaan/ketidaksukaan pasien terhadap makanan, makanan yang menyebabkan distress dan jadwal makan yang disukai.
 Berikan kebersihan oral sebelum makan
 Tawarkan minuman seduhan saat makan, bila toleran.
 Berikan makanan porsi kecil tapi sering.
Kolaborasi: Konsul dengan ahli gizi pendukung nutrisi sesuai indikasi.
Hasil yang diharapkan/Kriteria evaluasi:
 Mual/muntah berkurang sehingga timbul keinginan untuk makan.
 Menunjukkan kemajuan berat badan yang tepat.

2. Resiko terhadap kekurangan volume cairan yang berhubungan deter ngan perubahan kemampuan untuk mendapatkan cairan, kelemahan, muntah, depresi dan keletihan.
Intervensi:
 Kaji membran mukosa/kulit, nadi perifer.
 Awasi tanda/gejala peningkatan mual/muntah.
 Hindarkan dari lingkungan yang berbau.
 Lakukan kebersihan oral dengan pencuci mulut.
 Berikan cairan intravena sesuai petunjuk tim dokter.
Kolaborasi: konsul dengan dokter untuk pemberian anti emetik yang tepat.
Hasil yang diharapkan/kriteria evaluasi:
Menunjukkan keseimbangan cairan adekuat dibuktikan dengan tanda vital stabil, membran mukosa lembab, turgor kulit baik, tidak ada muntah.

3. Perubahan kenyamanan: nyeri abdomen berhubungan dengan proses penyakit dan pengobatan.
Intervensi:
 Observasi & catat lokasi nyeri, berat ringannya dan karakter nyeri (menetap, hilang timbul, kolik)
 Catat respon terhadap obat dan laporkan pada dokter bila nyeri hilang.
 Tingkatkan tirah baring, biarkan pasien melakukan posisi yang nyaman.
 Gunakan sprei halus, cairan kelamin, minyak mandi, kompres dingin atau lembab sesuai indikasi.
 Kontrol suhu lingkungan.
 Dorong untuk menggunakan teknik relaksasi, contoh : bimbingan imajinasi, visualisasi, latihan nafas dalam. Berikan aktivitas senggang.
 Sediakan waktu untuk mendengarkan dan mempertahankan kontak dengan pasien.
Kolaborasi: Konsultasikan dengan Tim dokter untuk pemberian obat-obatan sesuai indikasi.
Hasil yang diharapkan/kriteria evaluasi:
 Melaporkan nyeri hilang/terkontrol.
 Menunjukkan penggunaan keterampilan relaksasi dan aktivitas hiburan sesuai indikasi untuk situasi individual.

4. Diare yang berhubungan dengan kecemasan, proses penyakit, kemoterapi, terapi radiasi dan obat-obatan.
Intervensi:
 Observasi/catat frekuensi defekasi, karakteristik, dan jumlah.
 Dorong diet tinggi serat dalam batasan diet, dengan masukan cairan sedang sesuai diet yang dibuat.
 Identifikasi makanan dan cairan yang mencetus diare, mis: bumbu-bumbu.
 Buang fesses dengan cepat. Berikan pengharum ruangan.
 Mulai lagi pemasukan cairan per oral secara bertahap. Tawarkan minuman jernih tiap jam, hindari minuman dingin.
 Tingkatkan tirah baring, berikan alat-alat di samping tempat tidur.
Kolaborasi: konsul dengan tim dokter untuk pemberian obat sesuai indikasi.
Hasil yang diharapkan/kriteria evaluasi:
 Melaporkan penurunan frekuensi defekasi, konsistensi kembali normal.
 Mengidentifikasi/menghindari faktor pemberat.

5. Resiko terhadap penatalaksanaan program therapeutic yang berhubungan dengan ketidak-cukupan pengetahuan tentang proses penyakit, pengobatan, pemeriksaan diagnostik, efek pengobatan.
Intervensi:
 Kaji ulang proses penyakit/prognosis
 Diskusikan perawatan dan pengobatan. Dorong pertanyaan, ekspresi masalah.
 Kaji ulang program obat, kemungkinan efek samping.
 Diskusikan program penurunan berat badan bila diindikasikan.
 Anjurkan pasien untuk menghindari makanan/minuman yang tinggi lemak.
 Kaji ulang tanda dan gejala yang memerlukan intervensi medik.
 Anjurkan istirahat pada posisi semi fowler setelah makan.

Hasil yang diharapkan/kriteria evaluasi:
 Menyatakan pemahaman tentang proses penyakit, pengobatan, dan prognosis.
 Melakukan perubahan pola hidup dan berpartisipasi dalam program pengobatan.




SUMBER:
Doenges, Marilynn E. dkk. 2000. Rencana Asuhan Keperawatan Edisi 3. Penerbit: EGC. Jakarta.
Carpenito, Lynda Juall. 2000. Buku Saku Diagnosa Keperawatan Edisi 8. Penerbit: EGC. Jakarta.
Sherlock, Sheila.1990. Penyakit Hati Dan Saluran Empedu. Penerbit: Widya Medika. Jakarta.

1 komentar:

suryanto,  20.45  

poskan askep hepatitis dong

Poskan Komentar

massage

Blog ini akan meng-update postingan setiap minggu.

Jika ada halaman yang kosong jangan hiraukan,copy-paste aja semuanya.

Dan jangan lupa kirim commentnya jika menurut anda blog ini penting


SITEMETER

  © Blogger template The Beach by Ourblogtemplates.com 2009

Back to TOP